Selasa, 13 Juli 2010

"Belajar, Memahami, Mengamalkan Hadist"


اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ 
“Ya Allah, kami berlindung pada-Mu dari rasa sedih dan duka cita, dari rasa lemah dan kemalasan, dari kebakhilan dan sifat pengecut, dan beban hutang dan tekanan orang-2 (jahat)” (HR Bukhari).

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْألُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ 
(Ya Allah kami mohon kepada-Mu jiwa yg tenang, keimanan akan pertemuan dengan-Mu, dan ridha menerima ketetapan-Mu dan yang qana'ah menerima pemberian-Mu( (HR Thobroni).

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَنَسْأَلُكَ عَزِيمَةَ الرُّشْدِ وَنَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ 
(Ya Alloh, sesungguhnya kami memohon pada-Mu keteguhan hati dlm segala urusan, keteguhan dlm petunjuk. kami memohon untuk bisa bersyukur atas nikmat-2-Mu dan ajari kami beribadah yang baik kepada-Mu. [HR Tirmidzi].

أَقْرَبُكُمْ مِنيِ مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحْسَنُكُمْ خُلُقًا وَخَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِاَهْلِهِ 
(Paling dekat dgn aku kedudukannya pd hari kiamat adalah orang yg paling baik akhlaknya, dan sebaik-2nya kalian ialah yg paling baik terhadap keluarganya). (HR. Ahmad).

اللَّهُمَّ زِدْنَا عِلْمًا وَلَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
(Ya Allah, tambahkanlah ilmu pd kami dan janganlah Engkau gelincirkan hati kami setelah Engkau memberi kami petunjuk. Dan, anugerahkan kasih sayang-Mu pd kami, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi) (HR Abu Dawud).

أَكْرِمُوا أَوْلَادَكُمْ وَأَحْسِنُوا أَدَبَهُمْ 
“Muliakanlah anak-anakmu dan didiklah mereka dengan baik.” (HR Ibnû Mâjah).

اللَّهُمَّ يَا غَنِيُّ يَا حَمِيدُ يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيدُ يَا رَحِيمُ يَا وَدُودُ أَغْنِنَِا بِحَلَالِك عَنْ حَرَامِك وَبِطَاعَتِك عَنْ مَعْصِيَتِك وَبِفَضْلِك عَمَّنْ سِوَاك 
(Ya Alloh, Yg Mh Kaya, Yg Mh Terpuji, Yg Mh Pencipta, Yg Mh Mengembalikan, Yg Mh Pengasih, Yg Mh Penyayang, Kayakan kami dgn apa2 yg Engkau halalkan daripada yg haram dgn menta'ati-Mu & menjauhi maksiat dan dgn kurniaan-Mu, tidak dari yg lain...

أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ
(Seorang laki-2 bertanya pada Rasulullah Saw. "Islam yg bagaimana yg paling baik?" Beliau menjawab: "Kamu memberi makan, dan mengucapkan salam pada orang yg kamu kenal dan orang yg tidak kamu kenal (HR. Bukhari & Muslim).

حَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللهِ أَرْبَعٌ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، لاَ يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ 
(Perkataan yg paling disenangi oleh Allah adalah empat: Subhaanallaah, Alhamdulillaah, Laa ilaaha illallaah, Allaahu akbar. Tidak mengapa dimulai yg mana di antara kalimat tersebut) (HR Muslim).

اللَهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ (Ya Allah, dgn rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dgn rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dgn rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dgn kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk) (HR Tirmidzi).

إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ فَلْيُجِبْ، فَإِنْ كَانَ صَائِمًا فَلْيُصَلِّ وَإِنْ كَانَ مُفْطِرًا فَلْيَطْعَمْ 
(Apabila seseorang di antara kalian diundang (makan), maka, penuhilah. Apabila puasa, hendaklah mendo'akan (orang yg mengundang). Apabila tidak puasa, hendaklah ia makan) (HR Muslim).

اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
(Ya Allah tidak ada yg dapat menghalangi apa yg Engkau berikan dan tidak ada pula yg dapat memberi apa yg Engkau halangi, tidak bermanfaat kekayaan bagi orang yg memilikinya (kecuali iman dan amal shalihnya), hanya dari-Mu kekayaan itu) (HR Muslim).

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَنْصِبُ وَجْهَهُ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِي مَسْأَلَةٍ إِلَّا أَعْطَاهَا إِيَّاهُ إِمَّا أَنْ يُعَجِّلَهَا لَهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ 
(Tidaklah seorang muslim mengangkat wajahnya kepada Allah 'azza wajalla lalu meminta sesuatu kecuali Allah akan memberinya, baik disegerakan atau ditunda sebagai simpanan baginya) (HR. Ahmad).

مَنْ يَصْبِرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ وَمَنْ يَسْتَعِفَّ يُعِفَّهُ اللَّهُ وَمَا رُزِقَ الْعَبْدُ رِزْقًا أَوْسَعَ لَهُ مِنْ الصَّبْرِ 
(Barangsiapa bersabar maka Allah akan menyabarkannya, Brngsiapa merasa cukup maka Allah akan mengayakannya, Brngsiapa menjaga dari meminta-2 maka Allah akan memeliharanya, dan tidaklah seorang hamba diberi rizki yg lebih lapang selain sabar) (HR Ahmad).


مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُشَاكُ شَوْكَةً فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا كُتِبَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَمُحِيَتْ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ
(Tidak ada seorang muslim pun yg tertusuk duri atau tertimpa bencana yg lebih besar dari itu kecuali akan tercatat baginya dgn bencana itu, 1 peningkatan derajat serta akan dihapuskan dari dirinya 1 dosa kesalahan) (HR Muslim).

Sabtu, 10 Juli 2010

"Memahami Isra' Mi'raj"



Kalau kita baca sejarah kehidupan Rasulullah SAW (Sirah Nabawiyah), sebelum peristiwa itu terjadi, Rasulullah mengalami keadaan duka cita yang sangat mendalam. Beliau ditinggal oleh istrinya tercinta, Khadijah, yang setia menemani dan menghiburnya dikala orang lain masih mencemoohnya. Lalu beliau juga ditinggal oleh pamannya sendiri, Abu Thalib, yang (walaupun kafir) tetapi dia sangat melindungi aktivitas Nabi. Sehingga orang-orang kafir Quraisy semakin leluasa untuk melancarkan penyiksaannya kepada Nabi, sampai-sampai orang awam Quraisy pun berani melemparkan kotoran ke atas kepala Rasulullah SAW.

Dalam keadaan yang duka cita dan penuh dengan rintangan yang sangat berat itu, menambah perasaan Rasullah semakin berat dalam mengemban risalah Ilahi. Lalu Allah "menghibur" Nabi dengan memperjalankan beliau, sampai kepada langit dan menemui Allah. Hingga kini, peristiwa ini seringkali diperingati oleh sebagian besar kaum muslimin dalam peringatan Isra' Mi'raj. Harus selalu diingat oleh orang-orang yang suka memperingati, peringatan tersebut hanyalah untuk memotivasi dan penyemangat, bukan dalam rangka beribadah (ibadah dalam artian ibadah ritual khusus). Namun peringatan tersebut juga terdapat beberapa catatan. Apa saja itu? Mari kita ikuti beberapa hal di bawah ini.

Dalam Al Qur'an, dari sekian ribu ayat di dalamnya, hanya ada 4 ayat yang menjelaskan tentang Isra' Mi'raj, yaitu QS. Bani Israil ayat 1, dan QS. An Najm ayat 13 sampai 15. Maksudnya, kebesaran Islam itu bukan terletak pada peristiwa Isra' Mi'raj ini, tapi pada konsepnya, sistemnya, muatannya, dan sebagainya. Pada surat An Najm ayat 13-15 itu, menggambarkan bahwa Rasulullah menemui Jibril dalam bentuk aslinya di Sidratil Muntaha ketika Isra Mi'raj. Sebelumnya Rasulullah juga pernah menjumpai malaikat jibril dalam bentuk asli ketika menerima ayat pertama (QS. Al Alaq: 1-5) dari Allah SWT, yaitu ketika di gua Hira.

Dan di antara 25 nabi, hanya 2 Nabi yang yang pernah berbicara langsung kepada Allah, yaitu Nabi Musa AS dan Nabi Muhammad SAW. Bagaimana dengan Nabi Adam, bukankah beliau juga pernah berdialog dengan Allah? Ya, tapi Nabi Adam ketika itu masih di Surga. Setelah diturunkan ke bumi, tidak lagi berdialog secara langsung. Nabi Musa berdialog dengan Allah secara langsung yaitu ketika di bukit Tursina (di bumi), sedangkan Nabi Muhammad di Sidratil Muntaha (di langit). Tetapi (sekali lagi), kebesaran Islam bukan di situ letaknya, namun di konsepnya, di muatannya. Oleh karena itulah, peristiwa Isra' Mi'raj sendiri tidak perlu secara berlebihan diangkat-angkat. Peristiwa itu sendiri merupakan mukjizat imani, maksudnya adalah mukjizat yang hanya bisa diterima apabila kita beriman.

Meskipun hanya Nabi Muhammad yang telah diperjalankan pada malam harinya (Isra' Mi'raj), tapi dia tetaplah manusia biasa, hamba Allah. Hal ini perlu ditegaskan, karena dua umat sebelum Islam (Yahudi dan Kristen), telah terjebak men-Tuhankan nabinya.

Mengapa Masjidil Aqsa?
Ada beberapa pertanyaan mengenai peristiwa Isra' Mi'raj. Salah satunya, mengapa dalam peristiwa itu Rasul diperjalankan ke Masjidil Aqsa? Kenapa tidak langsung saja ke langit? Paling tidak ada beberapa hal hikmahnya, antara lain:

1. Bahwa Nabi Muhammad adalah satu-satunya Nabi dari golongan Ibrahim AS yang berasal dari Ismail AS, sedangkan Nabi lainnya adalah berasal dari Ishaq AS. Inilah yang menyebabkan Yahudi dan Kristen menolak Nabi Muhammad, karena mereka melihat asal usul keturunannya (nasab). Alasan mereka itu sangat tidak ilmiah, dan kalau memang benar, mereka berarti rasialis, karena melihat orang itu dari keturunannya. Hikmah lainnya adalah, bahwa Nabi Muhammad berda'wah di Makkah, sedangkan Nabi yang lain berda'wah di sekitar Palestina. Kalau dibiarkan saja, orang lain akan menuduh Muhammad SAW sebagai orang yang tidak ada hubungannya dengan "golongan" Ibrahim dan merupakan sempalan. Bagi kita sebagai muslim, tidaklah melihat orang itu dari asal usulnya, tapi dari ajarannya.

2. Hikmah berikutnya adalah, Allah dengan segala ilmu-Nya mengetahui bahwa Masjidil Aqsa adalah akan menjadi sumber sengketa sepanjang zaman setelah itu. Mungkin Allah ingin menjadikan tempat ini sebagai "pembangkit" ruhul jihad kaum muslimin. Kadangkala, kalau tiada lawan itu semangat jihad kaum muslimin "melemah" karena terlena, dan dengan adanya sengketa tersebut, semangat jihad kaum muslimin terus terjaga dan terbina.

3. Berikutnya, Allah ingin memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya kepada Nabi SAW. Pada Al Qur'an surat An Najm ayat 12, terdapat kata "Yaro" dalam bahasa Arab yang artinya "menyaksikan langsung". Berbeda dengan kata "Syahida", yang berarti menyaksikan tapi tidak musti secara langsung. Allah memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya itu secara langsung, karena pada saat itu da'wah Nabi sedang pada masa sulit, penuh duka cita. Oleh karena itulah pada peristiwa tersebut Nabi Muhammad juga dipertemukan dengan Nabi-nabi sebelumnya, agar Muhammad SAW juga bisa melihat bahwa Nabi yang sebelumnya pun mengalami masa-masa sulit, sehingga Nabi SAW bertambah motivasi dan semangatnya. Hal ini juga merupakan pelajaran bagi kita yang mengaku sebagai da'i, bahwa dalam kesulitan da'wah itu bukan berarti Allah tidak mendengar.

Perintah Shalat
Pada Isra' Mi'raj, Allah memberikan perintah sholat wajib. Dan sholat Subuh adalah sholat yang pertama kali diperintahkan. Karena peristiwa Isra' Mi'raj sendiri terjadi pada saat malam hari. Subuhnya Rasulullah sudah tiba kembali di tempat semula. Mungkin ini juga hikmah bagi kita semua, karena sholat Subuh adalah sholat yang sulit untuk di laksanakan, di mana pada saat itu banyak manusia yang masih terlelap dalam tidurnya. Sebelum diperintahkannya sholat wajib 5 waktu ini, Rasulullah melaksanakan sholat sebagaimana Nabi Ibrahim.

Kita tidak hanya diperintahkan untuk mengerjakan sholat, tetapi juga menegakkan sholat. Sholat bukan segala-galanya, tapi segala-galanya berawal dari sholat, demikian kata seorang ustadz.

Demikianlah beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa Isra' Mi'raj. Semoga semakin menambah keimanan kita kepada Allah, kitab-Nya, Nabi-nabi-Nya, para malaikat-Nya, Hari Akhir, serta Qadha dan Qadar-Nya.
Sumber: (JamaahMasjid.blogspot.com)

Selasa, 06 Juli 2010

" Dakwah"

"Dakwah"

Dakwah bukan hanya menyampaikan ayat" Allah, kepada Orang awam,
Jangan langsung kita bicara tentang Ayat, fiqih, dalil, hadist, dll

namun Dakwah bisa juga dgn memberikan bantuan kepada Orang yg membutuhkan kita,
Dakwah Kepada Org lapar Adalah memberikannya Makan & minum
Dakwah kepada Orang Miskin adalah Dengan Dermawan Memberikan bantuan Modal untuk usaha, supaya ia bisameningkatkan taraf hidup nya,

Dakwah kepada Orang Yang meminta Sedekah Adalah dengan Memberikan Sedeqah kita Padanya secara Ikhlas,
Dakwah kepada Pembantu rmh tangga..Dgn Memperlakukan nya dgn Baik...dan tidak Menzolimi nya,


Pelayan-pelayanmu adalah saudara-saudaramu. Allah menjadikan mereka bernaung di bawah kekuasaanmu. Barangsiapa saudaranya yang berada di bawah naungan kekuasaannya hendaklah mereka diberi makan serupa dengan yang dia makan dan diberi pakaian serupa dengan yang dia pakai. Janganlah membebani mereka dengan pekerjaan yang tidak dapat mereka tunaikan. Jika kamu memaksakan suatu pekerjaan hendaklah kamu ikut membantu mereka. (HR. Bukhari)

Dan lain hal cara kita berdakwah menyampaikan Ayat-ayat Allah...
Semoga kita semua selalu dalam bimbingan Rahmat, hidayah ALLAh....Amiin.

Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak (baik laki-laki maupun perempuan) yang mendoakannya. (HR. Muslim)

Tiap muslim wajib bersodaqoh. Para sahabat bertanya,
Zakat dan Sodaqoh
"Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?" Nabi Saw menjawab, "Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh." Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?" Nabi menjawab: "Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya" Mereka bertanya: "Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?" Nabi menjawab: "Menyuruh berbuat ma'ruf." Mereka bertanya: "Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?" Nabi Saw menjawab, "Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh." (HR. Bukhari dan Muslim)

"Apa yang kamu nafkahkan dengan tujuan keridhoan Allah akan diberi pahala walaupun hanya sesuap makanan ke mulut isterimu". (HR. Bukhari)
(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. (QS, al hajj:41)

Selasa, 29 Juni 2010

"kebahagiaan"

"Kebahagian"















Banyak orang menilai jika dengan harta/ ke kayaan kita bisa merasakan kabahagiaan,
dengan Pangkat/ kedudukan kita bisa bahagia,
dengan populeritas dia bisa merasa bahagia,
dengan mendapatkan anak dia bisa bahagia,
dan lain sebagai nya,

'Adapun orang-orang yang berbahagia maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya (QS Huud : 108

setelah kita telaah lagi Apakah kebahagian hakiki tersebut:

kebahagiaan itu sebenarnya ada dalam hati kita,
Suasana hati kita tampak dalam kehidupan sehari-hari,
senang, sedih, tertawa, menangis, terdiam, tersenyum,
kadang kita merasa ada yang kurang dalam diri kita, ada yang kosong:
yaitu Iman kita Pada ALLAH.......
Kadang Iman itu Naik/ kadang kala iman itu turun,

jadi kebahagiaan itu tidak dapat kita temukan dari harta berlimpah ataupun kekuasaan melainkan (pada hati yang tenteram) Hati yang Selamat....

" Seberat-berat nya Cobaan Bagi Mu Adalah Kekayaan, yang tidak bisa
kamu manfaatkan di jalan kebenaraan/Amal Ibadah dan Yg Sulit Kamu Pertanggung Jawabkan"

" Seringan Ringan Cobaan Bagi Mu Adalah dengan Kemiskinan,
 yangmana kita IKhlas mererimanya, bisa Qona'ah menjalani nya....hanya mengharap Rhido Allah"

By Al firman   

foto wati/adik sepupu/ istri n Anak Saya     
di Airport hang Nadim Batam.





walimatul nikah di jogja

9 agustus 2006

Rahasia Kekuatan Doa | Artikel Islam, Tanya Jawab | Percikan Iman.Org

Rahasia Kekuatan Doa | Artikel Islam, Tanya Jawab | Percikan Iman.Org

Sabtu, 26 Juni 2010

" Pituah Rang Tuo"



datuak parapatiah nan sabatang pai kabalai
tibo di balai inya mambali lamang
koq hiduik lah dibiaso an lalai
kama pai badan kan taraso ramang

Balaia sampan ka lautan
Sarato jalo pukek harimau
Curaian adat nan dipapakan
Banamo adat minang kabau

Tambilang dibaliak lansek
Tasisiak di lambai-lambai
Dibilang sado nan dapek
Nan tingga untuak nan pandai

Tibo dilansek mandailiang
Suruikkan bana ka jalan data
Kok ibo jo adat katagiliang
Turuikkan putaran roda

Tasandek tapak manurun
Takikih kaki dek mandaki
Adat jo syarak kok tasusun
Bumi sanang padi manjadi

Dari awa sampai akhia
Gawa jo khilaf sifat kito
Nak jan binaso papan dek ukia
Barilah ma'af badan ambo.

tarapuang apuang biduak di lauik
tampak nan dari puruih salatan
hiduik sapantun limau hanyuik
dima baranti sinan bamalam

janiah aianyo ngarai sianok
tampek lalunyo urang koto tuo
lah lamo kito indk basarobok
didunia maya sj kito basuo.

Jalan mandata ingek tataruang,
Jalan manurun ta antak-antak,
Jalan mandaki sasak angok,
Jalan malereang kok tagalincia.

Nan tuo dihormati,
Nan ketek dikasihi,
Samo gadang baok bakawan,
Ibu-bapo labiah sakali Guru dihargoi.
Manyuak di ilia-ilia,
Bakato di bawah-bawah,

Dimano rantiang ...dipatah,
Sinan sumua dikali,
Dimano sumua dikali,
Sinan aia disauak,

Dimano nagari diuni,
Sinan adat dipakai,
Dimano bumi dipijak,
Di sinan langik dijunjuang,

Lawuik sati rantau batuah.


Kamis, 24 Juni 2010

"NASIHAT RASULULLAH MENYAMBUT BULAN RAMADHAN"



NASIHAT RASULULLAH MENYAMBUT BULAN RAMADHAN
(diriwayatkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib r.a.)

Wahai manusia!
Sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah.

Bulan yang paling mulia di sisi Allah.
Hari-harinya
adalah hari-hari yang paling utama,
malam-malam di bulan Ramadhan
adalah malam-malam yang paling utama,
jam demi jamnya adalah jam yang paling utama.

Inilah bulan yang ketika engkau diundang menjadi tamu Allah
dan dimuliakan oleh-Nya.

Pada bulan ini napasmu menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima,
dan
doa-doa diijabah.

Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk menjalani shaum dan membaca kitab-Nya

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fakir dan miskin.

Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah tali persudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya.

Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu

“Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hambanya dengan penuh kasih;Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.”


Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah Ta'ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Rabb Al-'Alamin.

Wahai manusia! Barangsiapa diantaramu memberi makanan berbuka kepada orang-orang Mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka disisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.

Sahabat-sahabat bertanya: " Ya Rasulullah!Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.“ Rasulullah meneruskan: Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan ahlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirath/jalan pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.

Barang siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari Kiamat. Barang siapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa menyambungkan tali persudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardhu baginya adalah ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardhu dibulan yang lain.

Barang siapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa pada bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Qur'an pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu.

Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib k.w. berkata,:Aku berdiri dan berkata, "Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama dibulan ini?”
Jawab Nabi:Ya abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah".



Sumber:
Di kutip dari:"Puasa Bersama Rasulullah", karangan Ibnu Muhammad, Pustaka Al Bayan Mizan.


Silahkan Klik: